jump to navigation

Euro 4 Solusi Krisis Energi dan Global Warming 28 December 2008

Posted by zoelis-oto in Motorcycle Category.
Tags: , ,
trackback

foto-guePLASAOTOMOTIF – Melanjutkan artikel sebelumnya di blog ini (Tinggalkan Motor Karburator, Ganti Injeksi), lagi-lagi saya ingin menyoroti pertumbuhan populasi motor di negeri ini yang maha dahsyat dan tanpa diimbangi kebijakan pemerintah yang arif. Meskipun pada artikel tersebut muncul pro kontra, namun jika dicermati lebih jernih, saya yakin Anda pun akan manggut-manggut sepakat dengan opini saya.

Sebab dengan asumsi sederhana yang saya jabarkan, jika kita beralih ke motor injeksi maka double benefit akan dirasakan seluruh masyarakat Indonesia. Sumbangan racun yang disumbang puluhan juta kendaraan bermotor roda dua bisa ditekan separohnya. Dan yang tak kalah menggiurkan, beban subsidi pemerintah untuk BBM bisa dihemat triliyunan rupiah. Jika hasil penghematan ini dikembalikan lagi ke rakyat kecil, niscaya akan banyak senyum di bibir masyarakat Indonesia. Duh, seandainya ya……?

Menuju era motor injeksi, salah satu kuncinya terletak pada kebijakan pemerintah soal ambang batas gas buang kendaraan bermotor. Hingga saat ini pemerintah Indonesia masih mengacu pada standar emisi Euro 2. Sehingga sistem karburator yang jadul (jaman dulu) dengan ditambah fitur penekan emisi seperti air induction system (AIS), selepas keluar pabrik sudah distempel lulus Euro 2. Malahan nih, motor 2-tak pun masih diijinkan produksi.

Regulasi Euro 2 di negeri ini makin tak berdaya membendung krisis energy dan global warming lantaran tidak ada kontrol dari pemerintah. Setelah keluar pabrik sih emisinya ok, tapi setelah ditangan konsumen bagaimana? Apakah masih Euro 2 atau kembali ke tanpa Euro? Apalagi kelemahan model karburator, menjaga emisinya tidak bisa stabil seperti teknologi injeksi.

Dilegalkannya motor karburator di negeri ini lebih pada pertimbangan ekonomi belaka. Dengan sederet alasan yang katanya lebih murah, bisa diterima konsumen, mudah reparasi dan berbagai alasan lain yang menurut saya hanya sekadar mengada-ada saja. Pemerintah sepertinya sulit berpikir makro demi isu global penyelamatan bumi dan mengamankan krisis minyak bumi.

Dalam suatu kesempatan, AS Tedjo Siswojo (Senior General Manager Technical Service, PT Astra Honda Motor) mengatakan bahwa prinsipnya pihak pabrikan Honda mengikuti saja apa kata pemerintah. Seandainya harus masuk ke tingkat Euro yang lebih tinggi pun sudah siap. Apalagi jika pemerintah bersedia mengucurkan insentif fiskal buat motor injeksi maka bukan tidak mungkin nasionalisasi motor injeksi akan segera terwujud.

Mari kita tengok kebijakan Thailand yang selama ini menjadi kiblat pabrikan motor di Asia Tenggara. Di negeri seribu pagoda ini mulai 2009 sudah menerapkan regulasi Euro 4. Sama seperti yang sudah diterapkan di Eropa. Artinya yang namanya motor karburator sudah tinggal kenangan. Karena ditambahin fitur apapun, jika masih mengandalkan karbu, emisinya enggak bakal lulus Euro 4.

Nah, sekarang tinggal bagaimana pemerintah mau bersikap. Tetap berkutat dengan kebijakan lama yang tidak jelas ujungnya atau one step a head menuju Euro 4. Jika pemerintah sepakat dengan saya untuk meninggalkan motor karburator, hanya satu solusinya, segera berlakukan Euro 4. Niscaya dengan sendirinya motor karburator akan tersisih dari kancah bisnis motor di negeri tercinta ini.

Selamat datang era motor injeksi. Bye…bye… karburator!

Penulis : Agus ‘Zoelis’ Triyono

About these ads

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: