jump to navigation

Turing 180 km Bersama New Tiger Revolution 25 December 2008

Posted by zoelis-oto in Motorcycle Category.
Tags: , , , , ,
trackback

PLASAOTOMOTIF – Dari sekian tulisan seputar New Tiger Revolution yang publish di media online, selalu mendapat respon yang banyak dan ‘pedas’ ditujukan buat PT Astra Honda Motor (AHM) selaku produsen motor Honda di Indonesia. Munculnya komentar miring bisa aja lantaran sosok Tiger baru emang di bawah ekspektasi atau justru karena mereka (pemberi komentar) sangat cinta brand Tiger. Kalau enggak suka, ngapain juga cuap-cuap. Sttt……. apa ada yang sengaja meniup black campaign ya…..????

blog-tiger-1Berangkat dari controversi respon pembaca, saya pribadi justru sangat tertantang untuk mengupas New Tiger Revo lebih dalam. Tentu bukan tampilan luarnya yang mau dibahas. Saya yakin cukup lewat foto, pembaca semua bisa paham bahwa yang berubah banyak adalah lampu depan, lampu belakang dan shroud tangki yang lebih ramping. Soal handling, akselerasi dan top speed pastinya masih meraba-raba.

Kebetulan, Sabtu lalu (15/11) bersamaan “Honda Tiger Wing Day Touring 2008 – Road to Legend” saya turut menjajal sang Macan mulai dari Tasikmalaya hingga Pangandaran sejauh 180 km. Melahap medan pegunungan, berkelok-kelok, aspal sedikit terjal dan bergelombang. Rasanya turing ini lebih dari cukup untuk merekam performa sang legenda. Apalagi sesampainya di kantor, saya masih menjajalnya lagi (New Tiger) untuk mendapatkan gambaran yang akurat.

Tapi sekali lagi, test ride ini bersifat subyektif lho (feeling saya pribadi). Bobot saya 60 kg, tinggi badan 165 cm dan hanya menggunakan alat ukur speedometer dan tachometer bawaan motor. Dan dengan bermodal dua alat ukur ini, nantinya pembaca sekalian bisa membuktikan omongan saya dengan menjajal sendiri New Honda Tiger. Mau pakai motor pinjaman atau beli motornya sendiri, itu terserah Anda. Hehehe……

Handling
Khusus motor sport yang dijual di Indonesia, sebelumnya saya pernah menjajal Suzuki Thunder 125, Honda Mega Pro, Yamaha Scorpio, Yamaha V-Ixion hingga Kawasaki 250 R. Buat memberikan gambaran yang komplit soal handling New Tiger, saya akan memberikan skor 1=kurang, 2=cukup, 3=baik dan 4=sangat baik.

Melibas trek Tasikmalaya-Pangandaran yang penuh kelokan, spek suspensi depan/belakang, ban dan riding position yang saya rasakan terbilang sempurna. Porsi tubuh saya terasa pas saat tangan menggenggam setang, paha mengapit tangki dan kaki menginjak foot peg. Efek limbung serta ban belakang geser saat dipakai rebahan nyaris tidak saya rasakan.

Saya pun pede melibas kelokan demi kelokan dengan kecepatan tidak seperti biasanya. Tetapi jika salah posisi gigi kecepatan (terlalu tinggi) memang terasa seperti nyelonong karena kurang engine brake. Gangguan terjadi justru karena munculnya getaran pada foot peg kanan yang bikin kaki geli. Terjadi pada kecepatan di atas 80 km/jam pada gigi 3. Kesimpulan saya, handling New Tiger Revo layak dapat skor 4=sangat baik.

Performa Mesin
Menguak performa mesin, saya menggunakan tolak ukur speedometer bawaan New Tiger Revo. Secara teknologi mesin, Anda sudah tahu jawabannya. Bahwa spek mesin masih kembar dengan Tiger generasi pertama. Kalaupun ada perubahan hanya seputar perbaikan emisi, spek jeroan karbu dan knalpot. Emang sih pihak AHM tidak mau vulgar seputar detail perubahan tersebut.

Namun yang saya rasakan, suara knalpot menjadi kurang bulat dibanding pendahulunya. Prediksi saya ada ukuran pipa yang dirubah untuk mengejar torsi bawah. Batasan putaran rpm mesin pada CDI juga lebih tinggi. Saat kondisi diam (netral), gas saya geber dengan cepat menyentuh level 11 ribu rpm. Padahal motor-motor Honda lainnya dibatasin kisaran 9500 rpm.

Feeling saya, akselerasi dari start hingga kecepatan 100 km/jam, New Tiger Revo tergolong agresif. Malah saya berani bilang, kalau putaran bawahnya lebih galak dibanding Tiger sebelumnya. Tapi sayang, begitu merangkak kecepatan lebih 100 km/jam, ampun deh…..! Nambahnya kurang nendang karena terhambat rasio gigi 4, 5 dan 6 terlalu rapat.

Lengkapnya begini, gigi 1 saya geber pol jarum kecepatan mencapai 55 km/jam. Kalau dipaksa bisa mencapai 60 km/jam. Masuk gigi 2, gas pol mencapai 90 km/jam. Gigi 3 tembus 105 km/jam. Nah, begitu masuk gigi 4 nambah sampai 115 km/jam itupun butuh trek agak panjang. Oper gigi 5 hanya nambah sampai 120 km/jam. Tambah gigi 6, gas pol lagi cuma dapat 120 km/jam. Karakternya mirip Supra X125 yaitu gigi paling atas kurang ada manfaat alias terlalu dekat dengan rasio gigi sebelumnya.

Kesimpulan saya, untuk ukuran mesin kapasitas 200 cc, akselerasi 0-100 km/jam skor 3=baik. Tetapi kecepatan atasnya atau top speed, skornya 2=cukup.

Tambahan dikit seputar sorot lampu. New Tiger mengusung desain asimetris yaitu lampu kepala ada dua dengan ukuran berbeda. Lampu bulat di tengah untuk sorot jarak pendek sedangkan lampu sampingnya untuk jarak jauh. Berhubung posisinya tidak pas tengah, ada yang bilang sinar lampu menjadi miring. Ternyata setelah saya praktikkan di malam hari, kekhawatiran itu tidak terbukti. Sorot lampu jarak jauh dan dekat tetap tepat di tengah-tengah.

Penulis : Agus ‘Zoelis’ Triyono

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: